No buka-tutup, ini Jilbab bukan warung mbok mu!!!

Di Universitas atau perguruan tinggi lainnya banyak yang berbasis islami. Untuk mengikuti kegiatan perkuliahan, mahasiswa dan mahasiwi diwajibkan berbakaian yang menutup aurat. Mahasiswa tidak boleh menggunakan celana berbahan jeans dan juga berlaku untuk mahasiswi. Namun faktanya masih banyak mahasiswi yang menggunakan celana jeans dan pakaian yang tidak syari. Bahkan fenomena melepas jilbab dikalangan mahasiswi menjadi hal yang sudah biasa. Pada saat kegiatan perkuliahan serta kegiatan yang diadakan kampus mereka menggunakan jilbabnya, namun ketika sudah lepas dari yang berhubungan dengan kampus tak sedikit dari mereka yang melepas jilbabnya, seperti pada saat keluar kos / rumah, saat bepergian, atau saat acara resmi yang mereka kunjungi. Hal ini tidak sepantasnya dilakukan, karena menutup aurat bagi setiap mukmin adalah sebuah kewajiban untuk dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Kebaikan Kuda

Pada pagi yang masih gelap, embun pagi masih terasa sangat dingin. Matahari masih belum memancarkan sinarnya. Disuatu hutan hiduplah seekor ibu kuda dan kedua anaknya. Seekor kuda yang berbadan besar sudah harus bangun dari tidur lelapnya. Ia harus segera pergi mencari makan bersama anak-anaknya. Ketika mereka sedang mencari makan kesana kemari namun mereka tidak menemukan ladang rumput yang biasanya mereka datangi. Mereka hanya menemukan ladang yang kering bekas kebakaran. Anak kuda bertanya pada ibu kuda “wahai ibu, mengapa ladang yang biasa kita datangi untuk mencari makan menjadi kering dan semua tanaman mati?”. Sang ibu kuda menjawab “ibu juga tidak tahu wahai anak-anakku, mungkin diladang ini semalam terjadi kebakaran”. Kemudian mereka pergi dengan rasa lapar.
Saat mereka berjalan-jalan untuk mencari makanan tiba-tiba mereka bertemu dengan seekor harimau yang kelaparan. Sang ibu kuda takut anak-anaknya akan menjadi santapan untuk si harimau yang kelaparan. Namun ternyata tidak. Sang harimau mendekati keluarga kuda untuk mencari bantuan karena kakinya yang terluka. Harimau bertanya pada ibu kuda “wahai kuda, bisakah kau menolongku ? kakiku terluka akibat kebakaran hutan semalam. Aku sudah tak mampu lagi untuk meneruskan perjalananku”. Ibu kuda dan anak-anaknya merasa kasihan kepada si harimau tersebut, lalu mereka menolong dan mengobati si harimau.
Hari semakin siang, matahari mulai memancarkan sinarnya yang terang. Namun mereka belum juga menemukan makanan. Sang harimau bertanya “wahai kuda, sedang apa kau disini bersama anak-anakmu”. Ibu kuda menjawab “kami sedang mencari makanan, ladang yang biasa kami datangi sekarang menjadi gersang. Mungkin semalam terjadi kebakaran”. Harimau menjawab “baiklah kalo begitu aku akan membantumu mencari ladang yang masih hijau untuk kalian makan”. Kemudian mereka pergi untuk mencari makanan bersama-sama.

AKU PINTAR DENGAN BERMAIN

Pernahkah kita merasa bahwa bermain bentengan, gobak sodor, atau petak umpet ketika istirahat sekolah adalah kenangan masa sekolah yang tak terlupakan? Ya, permainan tradisional seperti itu tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih anak-anak untuk menikmati indahnya masa bermain dan belajar. Lalu pernahkah kita membayangkan apakah saat ini anak-anak kita merasakan pengalaman seperti itu? Mungkin iya, tetapi sebagian besar mungkin tidak, karena perkembangan teknologi secara mengasingkan anak-anak dari permainan tradisional. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita bisa mengenalkan dan mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak kita. Sebab permainan tradisional tidak hanya melatih mereka menjadi pribadi yang kreatif dan mudah bersosialisasi, tetapi juga pribadi yang lebih senang dan menyenangkan.

Bermain meningkatkan harga diri anak, mengajarkan berbagai karakter, motivasi, tanggung jawab, kepemimpinan, dan berbagai aspek psikologis lain, termasuk yang menunjang kemampuan belajar tingkat tinggi. Bergerak gesit seperti kelinci, waspada seperti elang, dan gembira seperti layaknya parkit.

“JUST PLAY HAVE FUN ENJOY THE GAME” -Michael Jordan-